Tekanan
dalam hidup banyak penyebabnya. Bisa karena kondisi perekonomian yang
serba kekurangan, atau karena tekanan yang demikian berat di pekerjaan.
Disadari atau tidak tekanan itu bisa membuat sesorang stres dan pada
akhirnya membuat yang bersangkutan rentan terkena stroke.
Lalu
pekerjaan apa sih yang banyak tekanannya sehingga memicu stres dan
menjadikan seseorang rentan stroke? Menurut dr Priscilla Ryanti Andradi,
SpS, di saat sekarang ini ketika terjadi resesi ekonomi, maka orang
yang menjadi pengusaha rentan terkena stres.
Tak
cuma itu, dokter pun ada yang terkena stroke, karena salah satunya
dipicu oleh stres dari tekanan pekerjaannya. "Dokter yang banyak
tekanan, misalnya seperti kandungan dan bedah, harus hati-hati dan bisa
memanajemen stres dengan baik," ucap dr Priscilla usai seminar bertajuk
'Solusi Tepat Atasi 2 Penyakit Paling Mematikan se-Indonesia,' yang
digelar Multicare di Putri Duyung Convention Hall, Jl Lodan Timur No 7,
Ancol, Jakarta.
Stres
sebenarnya wajar dialami siapapun. Pekerjaan apapun bisa memberikan
dampak stres. Misalnya saja pedagang, bisa saja jadi begitu tertekan
karena dagangannya tidak laku, padahal harus membayar sewa toko dan gaji
karyawan. Belum lagi ada banyak pelanggan yang berutang. Stres memang
bukan untuk dihindari, tapi dihadapi dengan baik. Ambillah sedikit waktu
untuk beristirahat dan melepaskan ketegangan.
Dari
pengalaman dr Priscilla, rata-rata pasien stroke yang datang kepadanya
merupakan stroke perdarahan, yakni stroke yang diakibatkan pecahnya
pembuluh darah di otak, lalu keluar darah. Stroke jenis ini
mengakibatkan sakit kepala demikian hebat yang bahkan bisa berdampak
pada hilangnya kesadaran.
"Untuk
usia muda, yang banyak kasus stroke perdarahan. Karena rata-rata juga
ada kaitan dengan kelainan pembuluh darah bawaan," ujar dr Priscilla.
Ketimbang
larut dalam stres, dr Priscilla menyarankan agar menghadapi segala
sesuatu dalam hidup dengan lebih rileks. Ingatlah bahwa ketegangan
akibat stres bisa memicu tekanan darah. Memang tidak mudah berdamai
dengan stres, tapi cobalah untuk lebih santai dan rileks.
Menurut
dr Priscilla, pemulihan pasien stroke dipengaruhi oleh banyak faktor,
tak terkecuali jenis strokenya. Pada stroke perdarahan, biasanya lebih
fatal. Usia juga memengaruhi, di mana jika yang terkena usianya belum
terlalu lanjut, biasanya akan lebih mudah pulihnya.
"Tergantung
juga pada luasnya area yang terkena stroke. Kalau yang rusak sedikit,
itu masih ringan, sehingga lebih mudah pemulihannya," kata dr
Priscilla.(vit/up)
sumber:health.detik.com
cara-cara membuat blog
Kamis, 17 Desember 2015
Berhasil Sembuh Dari Kanker Stadium 4 Berkat 1 Liter Jus Wortel Setiap Hari
Sungguh sangat ajaib Ladies. Berkat meminum jus wortel sebanyak 1 liter
setiap harinya wanita ini berhasil sembuh dari kanker ganas stadium 4.
Dilansir oleh lamanhealthmeup.com, pada tahun 2013, Ann Cameron
didiagnosa terjangkit kanker usus stadium 4 yang sudah menjalar ke
paru-parunya. Ann mendapat tawaran untuk menjalani perawatan kemoterapi,
namun sebenarnya itu tak bisa menyembuhkan kankernya. Tim medis
mengatakan bahwa harapan hidup Ann hanya tinggal 2-3 tahun lagi.
Ann pun memutuskan untuk tidak memilih kemoterapi dan mulai mencari
pengobatan alternatif secara online. Ia pun membaca sebuah kisah nyata
di internet tentang seorang pria bernama Ralph Cole yang telah berhasil
selamat dari kanker dengan minum jus dari 2,25 kg wortel setiap hari.
Delapan minggu kemudian dokter menemukan bahwa benjolannya mulai
berkurang. Cole tekun dan rutin meminum jus wortel setiap hari dan
akhirnya bisa sembuh dari kanker yang sudah menyerangnya sejak tahun
2006 silam.
Terinspirasi oleh Cole, Ann Cameron pun memutuskan untuk mencobanya. Ia
rutin meminum jus tersebut dan hanya dalam 8 minggu saja tumor dalam
tubuhnya berhenti tumbuh.
Ajaibnya setelah 13 bulan mengonsumsi jus wortel tersebut setiap harinya
Ann Cameron pun divonis sembuh dari kanker stadium 4 yang menyerangnya.
Hasil CT scannya pun benar-benar jelas. Ann selamat dari kanker yang
mengancam kehidupannya. Untuk membagikan pengalaman yang berharga dan
berguna bagi sesama manusia ia pun menulis sebuah buku berjudul Curing
Cancer with Carrots alias menyembuhkan kanker dengan wortel. Well,
semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda ya Ladies.
sumber:vemale.com
Apakah Bayi Anda Mendapat ASI Cukup? Ini Cara Mengetahuinya
Bagi
ibu yang masih memberikan ASI secara eksklusif kepada anaknya kerap
bingung apakah si kecil telah mendapat cukup ASI. Bagaimana cara
mengetahuinya?
"Biasanya yang jadi ketakutan ibu-ibu itu adalah apakah si anak mendapat ASI yang cukup. Soalnya kita nggak tahu kan misalnya dalam sejam menyusu, si bayi dapat berapa banyak ASI, ujar Muji Hananik, salah satu konselor laktasi ASI di RSIA Bunda, pada seminar 'New Mom, New You' bersama Philips Avent di auditorium RS Bunda, Menteng, Jakarta, seperti ditulis pada Minggu (13/9/2015).
Untuk memastikannya, ibu dapat melihat pola ekskresi si bayi setiap harinya, dengan syarat bahwa intensitas menyusunya normal.
"Lihat pipisnya berapa kali. Kalau misalnya dia pipis lima sampai enam kali sehari dan buang air besar dua kali, artinya ASI ibu cukup buat si bayi,"" tambah Muji yang sudah menjadi konselor laktasi ASI sejak 2001 di RSIA Bunda.
Ditemui pada acara yang sama, dokter spesialis anak, dr Melanie Yudia Iskanda SpA menjelaskan bahwa perubahan berat badan dan suhu tubuh bayi juga bisa menjadi indikator kecukupan ASI. Sejatinya, berat badan bayi akan berkurang pada minggu-minggu awal pasca kelahiran. Hal ini umum terjadi, sebab menurut dr Melanie, ketika masih di dalam rahim, ada banyak cairan. Sehingga berat badan bayi bertambah karena adanya cairan di dalam tubuh yang dibawa sejak dari rahim ini.
Namun, ibu juga perlu waspada mengenai pengurangan berat badan ini. "Toleransinya itu sekitar 10 persen. Kalau berat badannya berkurang lebih dari itu, si ibu perlu hati-hati. Bisa jadi anak dehidrasi," jelas dr Melanie.
Jika hal ini terjadi, dr Melanie menyarankan agar ibu lebih memerhatikan manajemen laktasinya serta posisi bayi ketika disusui. Jika dua hal tersebut telah dilakukan dengan benar, selanjutnya cek kembali produksi ASI. Jika memang tidak cukup, si ibu akan ditawarkan untuk menggunakan jasa donor ASI.
(vit/vit)
sumber: health.detik.com
"Biasanya yang jadi ketakutan ibu-ibu itu adalah apakah si anak mendapat ASI yang cukup. Soalnya kita nggak tahu kan misalnya dalam sejam menyusu, si bayi dapat berapa banyak ASI, ujar Muji Hananik, salah satu konselor laktasi ASI di RSIA Bunda, pada seminar 'New Mom, New You' bersama Philips Avent di auditorium RS Bunda, Menteng, Jakarta, seperti ditulis pada Minggu (13/9/2015).
Untuk memastikannya, ibu dapat melihat pola ekskresi si bayi setiap harinya, dengan syarat bahwa intensitas menyusunya normal.
"Lihat pipisnya berapa kali. Kalau misalnya dia pipis lima sampai enam kali sehari dan buang air besar dua kali, artinya ASI ibu cukup buat si bayi,"" tambah Muji yang sudah menjadi konselor laktasi ASI sejak 2001 di RSIA Bunda.
Ditemui pada acara yang sama, dokter spesialis anak, dr Melanie Yudia Iskanda SpA menjelaskan bahwa perubahan berat badan dan suhu tubuh bayi juga bisa menjadi indikator kecukupan ASI. Sejatinya, berat badan bayi akan berkurang pada minggu-minggu awal pasca kelahiran. Hal ini umum terjadi, sebab menurut dr Melanie, ketika masih di dalam rahim, ada banyak cairan. Sehingga berat badan bayi bertambah karena adanya cairan di dalam tubuh yang dibawa sejak dari rahim ini.
Namun, ibu juga perlu waspada mengenai pengurangan berat badan ini. "Toleransinya itu sekitar 10 persen. Kalau berat badannya berkurang lebih dari itu, si ibu perlu hati-hati. Bisa jadi anak dehidrasi," jelas dr Melanie.
Jika hal ini terjadi, dr Melanie menyarankan agar ibu lebih memerhatikan manajemen laktasinya serta posisi bayi ketika disusui. Jika dua hal tersebut telah dilakukan dengan benar, selanjutnya cek kembali produksi ASI. Jika memang tidak cukup, si ibu akan ditawarkan untuk menggunakan jasa donor ASI.
(vit/vit)
sumber: health.detik.com
Gangguan Mata Yang Sering Dialami Anak
Mata
yang sehat adalah modal yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak.
Namun, indera penglihatan ini tak luput dari gangguan, termasuk pada
anak-anak.
Kenali apa saja gangguan mata yang bisa dialami si kecil. Sebagian besar bisa dideteksi lewat pemeriksaan mata rutin di usia prasekolah.
- Amblyopia (mata malas)
"Mata malas" adalah gangguan penglihatan yang sering diderita anak. Kondisi ini sering tak disadari karena mata tampak normal. Gangguan ini sebaiknya diatasi sebelum anak usia sekolah.
Penyebab utama mata malas adalah perbedaan fokus antara salah satu mata yang sangat mencolok. Misalnya satu mata minus tinggi sedang mata lain normal. Jika tidak ditangani kondisi ini akan menyebabkan gangguan penglihatan permanen karena otak lambat laun mengabaikan sinyal dari mata yang mengalami refraksi.
- Strabismus (juling)
Strabismus adalah ketidaksamaan kedua bola mata melihat satu titik yang sama. Jika salah satu mata tampak sangat juling besar kemungkinan amblyopia juga terjadi di sana. Dengan deteksi dini, penglihatan bisa diperbaiki, baik dengan operasi atau kacamata khusus.
- Penyimpangan bias (refractive errors)
Kondisi ini akan menyebabkan gambar tampak buram. Penyimpangan bias juga bisa memicu amblyopia. Pada anak-anak yang paling sering adalah ketidakmampuan melihat objek yang jauh (myopia).
- Retinoblastoma
Ini merupakan tumor yang sering muncul pada tiga tahun pertama usia anak. Tumor ini akan menyebabkan kebutaan dan gejala putih di pupil.
- Infatil katarakPada bayi baru lahir bisa juga terjadi katarak yang akan menyebabkan penglihatannya tampak berkabut.
- Glaukoma kongenital
Kondisi tersebut sangat jarang dan biasanya diturunkan. Glaukoma kongenital terjadi karena perkembangan yang belum sempurna kanal air mata pada janin. Dengan pengobatan dan operasi gangguan tersebut bisa diatasi.
- Gangguan penglihatan lain yang membutuhkan penanganan segera adalah retinopati prematur yang dialami bayi yang lahir prematur.
sumber: health.kompas.com
Kenali apa saja gangguan mata yang bisa dialami si kecil. Sebagian besar bisa dideteksi lewat pemeriksaan mata rutin di usia prasekolah.
- Amblyopia (mata malas)
"Mata malas" adalah gangguan penglihatan yang sering diderita anak. Kondisi ini sering tak disadari karena mata tampak normal. Gangguan ini sebaiknya diatasi sebelum anak usia sekolah.
Penyebab utama mata malas adalah perbedaan fokus antara salah satu mata yang sangat mencolok. Misalnya satu mata minus tinggi sedang mata lain normal. Jika tidak ditangani kondisi ini akan menyebabkan gangguan penglihatan permanen karena otak lambat laun mengabaikan sinyal dari mata yang mengalami refraksi.
- Strabismus (juling)
Strabismus adalah ketidaksamaan kedua bola mata melihat satu titik yang sama. Jika salah satu mata tampak sangat juling besar kemungkinan amblyopia juga terjadi di sana. Dengan deteksi dini, penglihatan bisa diperbaiki, baik dengan operasi atau kacamata khusus.
- Penyimpangan bias (refractive errors)
Kondisi ini akan menyebabkan gambar tampak buram. Penyimpangan bias juga bisa memicu amblyopia. Pada anak-anak yang paling sering adalah ketidakmampuan melihat objek yang jauh (myopia).
- Retinoblastoma
Ini merupakan tumor yang sering muncul pada tiga tahun pertama usia anak. Tumor ini akan menyebabkan kebutaan dan gejala putih di pupil.
- Infatil katarakPada bayi baru lahir bisa juga terjadi katarak yang akan menyebabkan penglihatannya tampak berkabut.
- Glaukoma kongenital
Kondisi tersebut sangat jarang dan biasanya diturunkan. Glaukoma kongenital terjadi karena perkembangan yang belum sempurna kanal air mata pada janin. Dengan pengobatan dan operasi gangguan tersebut bisa diatasi.
- Gangguan penglihatan lain yang membutuhkan penanganan segera adalah retinopati prematur yang dialami bayi yang lahir prematur.
sumber: health.kompas.com
Basmi Racun yang Menumpuk Dalam Usus Anda dengan Biji Pepaya
Tak banyak yang tahu bahwa biji pepaya
yang biasa kita buang, ternyata punya segudang manfaat. Salah-satunya,
untuk menyingkirkan racun-racun yang menumpuk di usus dan liver kita.
Penelitian menunjukkan, racun bisa menumpuk hingga seberat delapan kilogram dalam usus kita. Ekstrak biji pepaya bahkan mampu melindungi ginjal dari racun yang memicu problem gagal ginjal.
Biji pepaya juga
mampu membunuh parasit dalam bersarang dalam pencernaan. Dokter Wahyu
Triasmara, dalam Club Diet Sehat bersama dr. Wahyu Triasmara - DrW,
menjelaskan, bijipepaya juga mengandung zat antikolesterol yang hebat.
Mengkonsumsi biji buah pepaya juga bermanfaat sebagai antioksidan dalam darah. Ini teruji dalam penelitian mengenai jus biji buah pepaya, secara signifikan dapat menurunkan kadar kolesterol dan LDL (lipoprotein densitas rendah), serta meningkatkan kadar HDL.
Ekstrak biji pepaya ini
memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponi anthraquinones,
dan anthocyanosides. Dengan adanya kandungan ekstrak tersebut, biji pepaya ini mempunyai efek hipolipidemia dan antioksidan dalam darah yang luar biasa.
Efek
hipolipidemia ini, sangat berguna bagi terapi alternatif
hiperlipidemia yang disebabkan adanya lemak nabati atau kolesterol
dalam jumlah terlalu tinggi.
Adapun, saponin yang ada dalam biji pepaya,
bermanfaat untuk menurunkan aktifitas kolesterol serum seperti aksi
resin, yaitu dengan mengurangi sirkulasi enterohepatik asam empedu.
“Melalui
penghambatan reaksi oksidasi kolesterol LDL ini maka dapat menurunkan
kadar kolesterol darah. Kandungan Fitokimia memiliki peran aktif bagi
pencegahan penyakit. Sementara Flavonoid merupakan antioksidan yang
dapat menangkap radikal bebas," jelasnya.
Lalu, bagaimana cara untuk bisa mengkonsumsi biji pepaya yang menyehatkan itu? Ada dua cara. Pertama, biji pepaya itu diblender dan disajikan seperti kita membuat jus.
Kedua, dengan mengeringkannya, dan meblendernya, sebelum kemudian menyeduhnya seperti kita menyeduh kopi.
Untuk cara kedua, begini langkah yang harus dilakukan:
1. Cuci biji pepaya, lantas jemur 2-3 hari.
2. Setelah kering, blender/tumbuk biji pepaya tersebut hingga jadi serbuk.
3.
Ambil satu sendok teh serbuk dan campur dengan satu gelas air hangat.
Bisa dicampurkan dengan madu atau sedikit gula agar rasanya lebih
nikmat. (Atau bisa dibuat Jus langsung campur daging buah pepaya dengan bijinya dan minum 1-2 gelas jus bijipepaya tersebut setiap hari).
"Buktikan
dalam 14 hari pencernaan anda makin sehat tubuh makin bugar. Saya dan
keluarga sudah mencobanya, orang tua saya yang sebelumnya kolesterol
270, dalam 10 hari menjadi 170. Pasien saya pun telah menerapkan metode
ini. Aman dan alami…," pungkas dokter Wahyu.
Langganan:
Postingan (Atom)
