Kamis, 17 Desember 2015

Pekerjaan Apa Sih yang Rentan Picu Stroke?

Tekanan dalam hidup banyak penyebabnya. Bisa karena kondisi perekonomian yang serba kekurangan, atau karena tekanan yang demikian berat di pekerjaan. Disadari atau tidak tekanan itu bisa membuat sesorang stres dan pada akhirnya membuat yang bersangkutan rentan terkena stroke.

Lalu pekerjaan apa sih yang banyak tekanannya sehingga memicu stres dan menjadikan seseorang rentan stroke? Menurut dr Priscilla Ryanti Andradi, SpS, di saat sekarang ini ketika terjadi resesi ekonomi, maka orang yang menjadi pengusaha rentan terkena stres.

Tak cuma itu, dokter pun ada yang terkena stroke, karena salah satunya dipicu oleh stres dari tekanan pekerjaannya. "Dokter yang banyak tekanan, misalnya seperti kandungan dan bedah, harus hati-hati dan bisa memanajemen stres dengan baik," ucap dr Priscilla usai seminar bertajuk 'Solusi Tepat Atasi 2 Penyakit Paling Mematikan se-Indonesia,' yang digelar Multicare di Putri Duyung Convention Hall, Jl Lodan Timur No 7, Ancol, Jakarta.

Stres sebenarnya wajar dialami siapapun. Pekerjaan apapun bisa memberikan dampak stres. Misalnya saja pedagang, bisa saja jadi begitu tertekan karena dagangannya tidak laku, padahal harus membayar sewa toko dan gaji karyawan. Belum lagi ada banyak pelanggan yang berutang. Stres memang bukan untuk dihindari, tapi dihadapi dengan baik. Ambillah sedikit waktu untuk beristirahat dan melepaskan ketegangan.

Dari pengalaman dr Priscilla, rata-rata pasien stroke yang datang kepadanya merupakan stroke perdarahan, yakni stroke yang diakibatkan pecahnya pembuluh darah di otak, lalu keluar darah. Stroke jenis ini mengakibatkan sakit kepala demikian hebat yang bahkan bisa berdampak pada hilangnya kesadaran.

"Untuk usia muda, yang banyak kasus stroke perdarahan. Karena rata-rata juga ada kaitan dengan kelainan pembuluh darah bawaan," ujar dr Priscilla.

Ketimbang larut dalam stres, dr Priscilla menyarankan agar menghadapi segala sesuatu dalam hidup dengan lebih rileks. Ingatlah bahwa ketegangan akibat stres bisa memicu tekanan darah. Memang tidak mudah berdamai dengan stres, tapi cobalah untuk lebih santai dan rileks.

Menurut dr Priscilla, pemulihan pasien stroke dipengaruhi oleh banyak faktor, tak terkecuali jenis strokenya. Pada stroke perdarahan, biasanya lebih fatal. Usia juga memengaruhi, di mana jika yang terkena usianya belum terlalu lanjut, biasanya akan lebih mudah pulihnya.

"Tergantung juga pada luasnya area yang terkena stroke. Kalau yang rusak sedikit, itu masih ringan, sehingga lebih mudah pemulihannya," kata dr Priscilla.(vit/up)

sumber:health.detik.com

Berhasil Sembuh Dari Kanker Stadium 4 Berkat 1 Liter Jus Wortel Setiap Hari

Sungguh sangat ajaib Ladies. Berkat meminum jus wortel sebanyak 1 liter setiap harinya wanita ini berhasil sembuh dari kanker ganas stadium 4. Dilansir oleh lamanhealthmeup.com, pada tahun 2013, Ann Cameron didiagnosa terjangkit kanker usus stadium 4 yang sudah menjalar ke paru-parunya. Ann mendapat tawaran untuk menjalani perawatan kemoterapi, namun sebenarnya itu tak bisa menyembuhkan kankernya. Tim medis mengatakan bahwa harapan hidup Ann hanya tinggal 2-3 tahun lagi.
Ann pun memutuskan untuk tidak memilih kemoterapi dan mulai mencari pengobatan alternatif secara online. Ia pun membaca sebuah kisah nyata di internet tentang seorang pria bernama Ralph Cole yang telah berhasil selamat dari kanker dengan minum jus dari 2,25 kg wortel setiap hari. Delapan minggu kemudian dokter menemukan bahwa benjolannya mulai berkurang. Cole tekun dan rutin meminum jus wortel setiap hari dan akhirnya bisa sembuh dari kanker yang sudah menyerangnya sejak tahun 2006 silam.
Terinspirasi oleh Cole, Ann Cameron pun memutuskan untuk mencobanya. Ia rutin meminum jus tersebut dan hanya dalam 8 minggu saja tumor dalam tubuhnya berhenti tumbuh.
Ajaibnya setelah 13 bulan mengonsumsi jus wortel tersebut setiap harinya Ann Cameron pun divonis sembuh dari kanker stadium 4 yang menyerangnya. Hasil CT scannya pun benar-benar jelas. Ann selamat dari kanker yang mengancam kehidupannya. Untuk membagikan pengalaman yang berharga dan berguna bagi sesama manusia ia pun menulis sebuah buku berjudul Curing Cancer with Carrots alias menyembuhkan kanker dengan wortel. Well, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda ya Ladies.
sumber:vemale.com

Apakah Bayi Anda Mendapat ASI Cukup? Ini Cara Mengetahuinya

Bagi ibu yang masih memberikan ASI secara eksklusif kepada anaknya kerap bingung apakah si kecil telah mendapat cukup ASI. Bagaimana cara mengetahuinya?

"Biasanya yang jadi ketakutan ibu-ibu itu adalah apakah si anak mendapat ASI yang cukup. Soalnya kita nggak tahu kan misalnya dalam sejam menyusu, si bayi dapat berapa banyak ASI, ujar Muji Hananik, salah satu konselor laktasi ASI di RSIA Bunda, pada seminar 'New Mom, New You' bersama Philips Avent di auditorium RS Bunda, Menteng, Jakarta, seperti ditulis pada Minggu (13/9/2015).

Untuk memastikannya, ibu dapat melihat pola ekskresi si bayi setiap harinya, dengan syarat bahwa intensitas menyusunya normal.

"Lihat pipisnya berapa kali. Kalau misalnya dia pipis lima sampai enam kali sehari dan buang air besar dua kali, artinya ASI ibu cukup buat si bayi,"" tambah Muji yang sudah menjadi konselor laktasi ASI sejak 2001 di RSIA Bunda.

Ditemui pada acara yang sama, dokter spesialis anak, dr Melanie Yudia Iskanda SpA menjelaskan bahwa perubahan berat badan dan suhu tubuh bayi juga bisa menjadi indikator kecukupan ASI. Sejatinya, berat badan bayi akan berkurang pada minggu-minggu awal pasca kelahiran. Hal ini umum terjadi, sebab menurut dr Melanie, ketika masih di dalam rahim, ada banyak cairan. Sehingga berat badan bayi bertambah karena adanya cairan di dalam tubuh yang dibawa sejak dari rahim ini. 

Namun, ibu juga perlu waspada mengenai pengurangan berat badan ini. "Toleransinya itu sekitar 10 persen. Kalau berat badannya berkurang lebih dari itu, si ibu perlu hati-hati. Bisa jadi anak dehidrasi," jelas dr Melanie.

Jika hal ini terjadi, dr Melanie menyarankan agar ibu lebih memerhatikan manajemen laktasinya serta posisi bayi ketika disusui. Jika dua hal tersebut telah dilakukan dengan benar, selanjutnya cek kembali produksi ASI. Jika memang tidak cukup, si ibu akan ditawarkan untuk menggunakan jasa donor ASI.

(vit/vit)

sumber: health.detik.com

Gangguan Mata Yang Sering Dialami Anak

Mata yang sehat adalah modal yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Namun, indera penglihatan ini tak luput dari gangguan, termasuk pada anak-anak. 

Kenali apa saja gangguan mata yang bisa dialami si kecil. Sebagian besar bisa dideteksi lewat pemeriksaan mata rutin di usia prasekolah. 

- Amblyopia (mata malas)

"Mata malas" adalah gangguan penglihatan yang sering diderita anak. Kondisi ini sering tak disadari karena mata tampak normal. Gangguan ini sebaiknya diatasi sebelum anak usia sekolah.

Penyebab utama mata malas adalah perbedaan fokus antara salah satu mata yang sangat mencolok. Misalnya satu mata minus tinggi sedang mata lain normal. Jika tidak ditangani kondisi ini akan menyebabkan gangguan penglihatan permanen karena otak lambat laun mengabaikan sinyal dari mata yang mengalami refraksi.

- Strabismus (juling)

Strabismus adalah ketidaksamaan kedua bola mata melihat satu titik yang sama. Jika salah satu mata tampak sangat juling besar kemungkinan amblyopia juga terjadi di sana. Dengan deteksi dini, penglihatan bisa diperbaiki, baik dengan operasi atau kacamata khusus.

- Penyimpangan bias (refractive errors)
Kondisi ini akan menyebabkan gambar tampak buram. Penyimpangan bias juga bisa memicu amblyopia. Pada anak-anak yang paling sering adalah ketidakmampuan melihat objek yang jauh (myopia). 

- Retinoblastoma
Ini merupakan tumor yang sering muncul pada tiga tahun pertama usia anak. Tumor ini akan menyebabkan kebutaan dan gejala putih di pupil.

- Infatil katarakPada bayi baru lahir bisa juga terjadi katarak yang akan menyebabkan penglihatannya tampak berkabut.

- Glaukoma kongenital

Kondisi tersebut sangat jarang dan biasanya diturunkan. Glaukoma kongenital terjadi karena perkembangan yang belum sempurna kanal air mata pada janin. Dengan pengobatan dan operasi gangguan tersebut bisa diatasi. 

- Gangguan penglihatan lain yang membutuhkan penanganan segera adalah retinopati prematur yang dialami bayi yang lahir prematur.

sumber: health.kompas.com

Basmi Racun yang Menumpuk Dalam Usus Anda dengan Biji Pepaya

Tak banyak yang tahu bahwa biji pepaya yang biasa kita buang, ternyata punya segudang manfaat. Salah-satunya, untuk menyingkirkan racun-racun yang menumpuk di usus dan liver kita.
Penelitian menunjukkan, racun bisa menumpuk hingga seberat delapan kilogram dalam usus kita. Ekstrak biji pepaya bahkan mampu melindungi ginjal dari racun yang memicu problem gagal ginjal.
Biji pepaya juga mampu membunuh parasit dalam bersarang dalam pencernaan. Dokter Wahyu Triasmara, dalam Club Diet Sehat bersama dr. Wahyu Triasmara - DrW, menjelaskan, bijipepaya juga mengandung zat antikolesterol yang hebat.
Mengkonsumsi biji buah pepaya juga bermanfaat sebagai antioksidan dalam darah. Ini teruji dalam penelitian mengenai jus biji buah pepaya, secara signifikan dapat menurunkan kadar kolesterol dan LDL (lipoprotein densitas rendah), serta meningkatkan kadar HDL.
Ekstrak biji pepaya ini memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponi anthraquinones, dan anthocyanosides. Dengan adanya kandungan ekstrak tersebut, biji pepaya ini mempunyai efek hipolipidemia dan antioksidan dalam darah yang luar biasa.
Efek hipolipidemia ini, sangat berguna bagi terapi alternatif hiperlipidemia yang disebabkan adanya lemak nabati atau kolesterol dalam jumlah terlalu tinggi.
Adapun, saponin yang ada dalam biji pepaya, bermanfaat untuk menurunkan aktifitas kolesterol serum seperti aksi resin, yaitu dengan mengurangi sirkulasi enterohepatik asam empedu.
“Melalui penghambatan reaksi oksidasi kolesterol LDL ini maka dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Kandungan Fitokimia memiliki peran aktif bagi pencegahan penyakit. Sementara Flavonoid merupakan antioksidan yang dapat menangkap radikal bebas," jelasnya.
Lalu, bagaimana cara untuk bisa mengkonsumsi biji pepaya yang menyehatkan itu? Ada dua cara. Pertama, biji pepaya itu diblender dan disajikan seperti kita membuat jus.
Kedua, dengan mengeringkannya, dan meblendernya, sebelum kemudian menyeduhnya seperti kita menyeduh kopi.
Untuk cara kedua, begini langkah yang harus dilakukan:
1. Cuci biji pepaya, lantas jemur 2-3 hari.
2. Setelah kering, blender/tumbuk biji pepaya tersebut hingga jadi serbuk.
3. Ambil satu sendok teh serbuk dan campur dengan satu gelas air hangat. Bisa dicampurkan dengan madu atau sedikit gula agar rasanya lebih nikmat. (Atau bisa dibuat Jus langsung campur daging buah pepaya dengan bijinya dan minum 1-2 gelas jus bijipepaya tersebut setiap hari).
"Buktikan dalam 14 hari pencernaan anda makin sehat tubuh makin bugar. Saya dan keluarga sudah mencobanya, orang tua saya yang sebelumnya kolesterol 270, dalam 10 hari menjadi 170. Pasien saya pun telah menerapkan metode ini. Aman dan alami…," pungkas dokter Wahyu.
Sumber: http://jabar.tribunnews.com